Pada zaman sekarang akan lebih efektif jika mengunggah poster di media sosial jelaskan alasannya

Halo, Sobat SMP! Pasti Sobat SMP pernah melihat poster-poster menarik? Poster banyak sekali dijumpai di tempat-tempat keramaian dan fasilitas umum seperti di pusat perbelanjaan, pasar, bus, kereta dan sebagainya. Tidak hanya itu, saat ini poster juga merambah dalam bentuk digital agar bisa disebarluaskan di media sosial. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas hal seputar poster. Jadi, simak artikel ini sampai selesai ya!Poster merupakan karya seni yang memuat unsur huruf dan gambar. Umumnya isi dari poster berupa sebuah pengumuman ataupun iklan. Agar menarik perhatian orang lain, pilihan warna harus mudah ditangkap mata pengamat atau disesuaikan dengan tujuannya.

Tadi sudah sempat disinggung bahwa poster harus menarik agar mendapatkan perhatian orang lain. Tujuannya adalah agar pesan yang ingin disampaikan dapat diketahui oleh pembacanya. Untuk fungsinya, poster dapat dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu seperti berikut ini:

  • Memberitahukan sebuah kegiatan atau acara

Poster dapat digunakan sebagai media yang mengumumkan adanya sebuah kegiatan atau acara. Dengan membuat pengumuman acara lewat poster, diharapkan orang akan mengetahui informasi seputar acara dan juga hadir dalam acara tersebut. Contohnya seperti poster pemberitahuan upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia atau poster pemilihan calon ketua OSIS.

  • Mempromosikan barang atau jasa

Baca Juga  Memahami Pemanfaatan Akun Pembelajaran

Selain mengenalkan acara, poster bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan sebuah barang atau jasa. Poster berperan sangat baik sebagai media promosi. Dengan pengemasan dan desain yang menarik, calon pembeli diharapkan akan membaca iklan yang disampaikan dan tertarik membeli barang atau jasa yang dipromosikan. Sebagai contoh seperti poster iklan bimbingan belajar daring.

  • Menyampaikan pesan layanan masyarakat

Mungkin tak jarang Sobat SMP menyaksikan poster-poster yang menyampaikan pesan-pesan layanan masyarakat. Poster layanan masyarakat memuat informasi untuk mengedukasi masyarakat secara umum tentang suatu hal. Misalnya poster penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Yap, itulah tadi hal-hal seputar poster dan juga pemanfaatannya. Secara khusus tujuan poster dapat disesuaikan dengan kemauan atau kepentingan pembuatnya yang beragam, misalnya tujuan komersial, informasi publik, tujuan kemanusiaan atau lainnya. 

Nah, sekarang Sobat SMP sudah paham kan tentang poster? Di lain kesempatan kita akan belajar membuat poster yang baik dan menarik. Jadi, pantau terus situs Direktorat SMP untuk informasi-informasi edukasi menarik lainnya, ya Sobat SMP!

Sobat sehat,  Media Sosial telah menjadi teman kehidupan bagi banyak orang. Dalam sehari, selalu ada aktifitas yang diluangkan untuk membuka media sosial, entah untuk sekedar refreshing atau memang mencari kebutuhan informasi. Namun dari kondisi saat ini, maraknya penggunaan media sosial juga sering memicu munculnya penyimpangan yang diakibatkan oleh minimnya etika bersosial media dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

            Sebaran informasi tidak jelas kebenaran atau sumbernya (informasi hoax) kerap beredar, beredarnya gambar/foto/video mengandung SARA, Pornografi dan kekerasan yang tidak layak tonton juga silih berganti muncul dalam trending. Hal-hal semacam inilah yang akhirnya mengakibatkan media sosial menjadi wadah atau platform yang kurang berguna. Padahal, jika seseorang dapat bijak dan beretika disaat menggunakan media sosial, maka akan banyak manfaat yang dirasa dari media sosial tersebut.

            Bersyukurnya, masih banyak juga orang-orang yang memanfaatkan penggunaan media sosial dengan baik dan benar. Tidak sedikit dari mereka yang menghasilkan uang dari media sosial, banyak orang juga mendapatkan informasi kesehatan, pekerjaan, dan sebagainya lebih mudah berkat media sosial. Semua tergantung individunya masing-masing, dan pastinya individu tersebut paham tentang etika bermedia sosial.

Apasaja etika bermedia sosial ? berikut ulasannya :

1. Penggunaan Komunikasi yang Baik

Penggunaan komunikasi yang baik sangat diwajibkan apabila kita menjadi pengguna media sosial, tidak hanya untuk yang memberikan informasi saja melainkan juga bagi yang menerima informasi. Pemilihan kata dan bahasa yang tepat menjadikan informasi tersebut nyaman ketika diberikan kepada khalayak umum. Termasuk juga bagi seseorang penikmat media sosial, apabila hendak memberikan tanggapan terhadap sebuah postingan disarankan berkomunikasi dengan sopan dan santun.

2. Tidak Mengandung Aksi Kekerasan, Pornografi dan SARA

Beragam informasi yang akan diunggah di media sosial, sebaiknya menghindari penyebaran yang mengandung aksi kekerasan, pornografi ataupun SARA (Suku, Agama dan Ras). Kadangkala, maksut hati ingin memberikan informasi yang real life atau peristiwa di tempat kejadian, seseorang mengupload foto dari korban kecelakaan, kekerasan dan sebagainya. Alangkah baiknya, informasi yang diberikan bersifat informatif dan edukatif.

3. Berita yang Diinformasikan adalah Benar

Kebeneran atau kepastian dari sebuah berita adalah hal utama yang perlu ditekankan. Bagi pengguna jejaring sosial, kita harus cerdas untuk menyaring beragam informasi yang disajikan. Apakah berita tersebut pasti? Sumber beritanya jelas ? hal ini menghindari kita mengkonsumsi informasi yang hoax. Sedangkan bagi pemberi berita, juga dituntut cerdas memberikan berita, memastikan isian benar berdasarkan hasil dari pengecekan.

dok.pribadi/StikesBanyuwangi

4. Menghargai Karya Orang Lain

Setiap orang memiliki hak untuk bekarya, termasuk mengunggah hasil karya mereka pada jejaring sosial yang dimilikinya. Entah karya mereka berupa foto, video atau sekedar tulisan, alangkah baiknya jika kita ingin menggunakan karya tersebut maka perlu mencantumkan sumbernya. Hal ini sebagai bentuk penghargaan kita terhadap karyanya, sekaligus rasa terimakasih kita karena bisa menggunakan karyanya.

Bentuk menghargai karya orang lain juga bisa dilakukan dengan tidak mengejek karyanya dengan umpatan yang kotor, atau menghinanya didepan umum. Apabila hendak memberikan tanggapan, saran dan masukan, kita bisa berkomunikasi secara personal terhadap pemiliki karya. Pastinya dengan menggunakan kalimat yang baik dan tidak menyinggung perasaan.

5. Memberikan Informasi Pribadi Sewajarnya

Bagi sebagian orang, media sosial digunakan sebagai wadah mengeksplore diri. Beragam konten dimuat dijejaring sosial, mulai dari gaya hidup, aktifitas sehari-hari, prestasi serta capaian hidup. Hal ini memang menjadi hak setiap insan atas akun media sosial yang dimiliki, namun alangkah baiknya jika kita tetap perlu waspada atau berhati-hati dalam memberikan sajian informasi.

Penyebaran terkait data diri bisa diberikan sewajarnya saja. Karena, resiko penyalahgunaan informasi pribadi juga seringkali terjadi. Banyak oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan informasi pribadi orang lain untuk kepentingannya sendiri, misalnya untuk melakukan penipuan dan sebagainya.

Termasuk bagi kita jika menerima sebuah informasi pribadi seseorang, seperti klien bisnis atau rekan kerja. Maka kita perlu menjaga kerahasiaan data tersebut, serta menggunakan informasi sesuai kebutuhan kita.

            Adanya etika bermedia sosial yang perlu ditanamkan pada diri manusia, diharapkan timbul rasa bertanggung jawab dan bijak dalam menggunakan jejaring sosial. Selain itu, apabila seseorang menggunakan sosial medianya dengan penerapan etika yang baik, maka beragam informasi yang disajikannya juga akan bernilai baik. Hal ini akan berpengaruh pada track record penggunaan media sosial.

Biasanya, dunia usaha dan dunia industri juga akan melihat riwayat perilaku kehidupan seseorang yang hendak melamar pekerjaan di perusahaannya melalui unggahan media sosialnya. Apakah pelamar tersebut pernah bersikap tidak sopan di media sosial, atau bahkan dia adalah pelamar yang telah melakukan banyak sekali penipuan.

Berkaitan dengan hal itu, maka kami juga menghimbau untuk seluruh masyarakat khususnya bagi Civitas Akademika Stikes Banyuwang, untuk dapat bijak dan beretika ketika menggunakan media sosial. Contoh penggunaan yang baik ketika menggunakan jejaring sosial di lingkungan Stikes Banyuwangi adalah :

  1. Berkomunikasi dengan dosen menggunakan bahasa yang baik dan diwaktu yang tepat, entah itu mengirim pesan atau telepon.
  2. Tidak berkeluh kesah tentang pejabat / dosen / mahasiswa Stikes Banyuwangi
  3. Tidak berkelu kesah tentang sarana dan prasarana Stikes Banyuwangi
  4. Tidak menyebarkan informasi apapun mengenai Stikes Banyuwangi yang belum jelas sumber informasinya.

Nah itu lah lima hal penting yang harus diperhatikan ketika menggunkan media sosial. Semoga dengan artikel ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua sehingga memiliki etika yang baik khusunya bermedia sosial.

Mengapa penggunaan media sosial menjadi hal penting bagi para pengguna internet saat ini?

Penggunaan media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, baik teman, keluarga yang tidak memungkinkan dilakukan melalui face to face karena faktor jarak. Kita dapat mengirimkan informasi-informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat, begitu pula dalam mengakses informasi yang kita butuhkan.

Mengapa media sosial dapat menjadi sumber informasi yang lebih mudah dan cepat didapatkan brainly?

Media sosial dapat menjadi sumber informasi yang lebih mudah dan cepat didapatkan karena mudah diakses oleh para penggunanya, dan tidak memiliki keterbatasan dalam pengaksesan dalam artian, semua orang dapat mengakses media sosial asalkan ada medianya (telepon genggam/laptop/komputer) dan ada sinyal internet.

Mengapa kita harus menggunakan media sosial dengan baik?

"Sebab komunikasi di era digital saat ini prosesnya amat cepat dan mudah, jadi sebagai pengguna kita harus bijak bermedia sosial, jangan sampai menyebabkan pengaruh buruk terhadap pribadi kita hingga perusahaan tempat kita bekerja," katanya ketika diwawancarai.

Apakah media sosial merupakan komunikasi efektif atau tidak?

Media sosial juga sangat efektif digunakan sebagai media komunikasi khususnya dalam memberikan informasi dan menerima umpan balik dari khalayak. Umpan balik dari khalayak dapat mendekatkan dan merapatkan hubungan antara komunikator politik dengan masyarakat.