Berikut pernyataan yang tepat tentang metode pencatatan persediaan dengan LIFO adalah

BerandapersediaanPenerapan Metode Penilaian Persediaan First In First Out (FIFO)


JenisSurat
Penerbit Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb)
Nomor S-3/PB/PB.6/2021
Tanggal 22 Januari 2021
Kepada Daftar terlampir
Perihal Penerapan Metode Penilaian Persediaan First In First Out (FIFO)
Isi

Sehubungan dengan penatausahaan serta akuntansi dan pelaporan Barang Milik Negara (BMN) berupa persediaan, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan, persediaan dapat dinilai menggunakan:
    1. Metode FIFO atau rata-rata tertimbang
    2. Harga pembelian terakhir apabila setiap unit persediaan nilainya tidak material dan bermacam-macam jenis.
  2. Hal ini sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 234/PMK.05/2020 tentang Perubahan atas PMK Nomor 225/PMK.05/2019 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat yang mengatur bahwa persediaan dinilai menggunakan metode FIFO. Dalam hal metode FIFO belum dapat diterapkan, maka penilaian persediaan dilakukan menggunakan metode perhitungan berdasarkan Harga Perolehan Terakhir (HPT).
  3. Sejak penerapan akuntansi pemerintahan berbasis akrual (tahun 2015) hingga tahun 2020,Pemerintah menggunakan metode HPT dalam menilai persediaan. Selanjutnya, berdasarkan kajian atas implementasi metode HPT selama ini, serta dalam rangka kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan PMK Nomor 234/PMK.05/2020, Pemerintah akan menerapkan metode penilaian persediaan FIFO mulai tahun 2021. Adapun penjelasan lebih lanjut terkait penerapan metode penilaian FIFO dituangkan dalam lampiran surat ini.
Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian Saudara kami sampaikan terima kasih.

Unduh Surat S-3/download/button/red

Metode FIFO- Apa yang ada di benak kalian jika mendengar kata bisnis? Kalo jawabannya keuntungan, kalian tidak ditakdirkan menjadi pebisnis yang sukses. Kenapa? Karena memiliki usaha bukan hanya soal untung melainkan juga soal bagaimana cara mengelola sebuah ‘ekosistem’ secara sehat.

Singkatnya, keuntungan dalam berbisnis hanya bisa didapatkan apabila kalian mampu mengakomodir seluruh tanggung jawab, misalnya gaji pegawai, kesehatan finansial, hingga yang terakhir pengelolaan stok. Kenapa stok menjadi hal yang penting? Karena kesalahan dalam menghitung stok akan mempengaruhi keuangan bisnis Anda.

Dalam dunia bisnis, ada 4 cara pencatatan persediaan yang digunakan untuk mengelola sebuah bisnis. Metode FIFO, FEFO, LIFO dan Average menjadi keempat cara yang paling banyak digunakan para pebisnis. Namun, seorang pemilik usaha hanya bisa menentukan satu saja metode yang tepat.

Lantas, apa sebenarnya perbedaaan diantara keempat metode FIFO, FEFO, LIFO dan Average di atas? Misalnya, pebisnis makanan harus menggunakan FIFO, kenapa tidak FEFO ataupun Average? Berikut pembahasan selengkapnya.

Metode FIFO

FIFO (First in First Out) merupakan sebuah metode yang mana sebuah barang pertama kali masuk harus juga pertama kali yang dikeluarkan atau dijual. Jadi, pencatatan persediaan yang terdapat di dalam laporan akan serupa dengan stok yang ada di dalam gudang.

Beberapa jenis usaha yang harus menggunakan metode ini adalah Food n Beverage seperti Toko Makanan, Kue ataupun Minimarket. Produk-produk yang telah disebutkan di atas memiliki jangka waktu atau masa expired yang sangat pendek sehingga akan cepat basi bila tidak dijual secara cepat.

Kelebihan dari penggunaan metode ini adalah menghasilkan HPP atau Harga Pokok Penjualan yang rendah tapi bisa memberikan hasil laba kotor yang tinggi. Jadi, apakah kalian sudah menerapkan metode ini di dalam bisnis yang kalian kelola?

Baca Juga: Bagaimana Cara Termudah dalam Pengelolaan Stok Produk Bisnis Anda?

Metode LIFO

LIFO (Last In First Out) metode ini kebalikan dari FIFO yakni membuat produk yang dimasukkan terakhir kali ke dalam penjualan lebih awal. Sedangkan, produk yang sudah ada sejak pertama akan dijual pada kemudian hari. LIFO digunakan agar penataan barang menjadi lebih mudah.

Metode LIFO ini juga menguntungkan bagi para pelaku usaha karena mereka bisa menghemat pengeluaran pajak ketika sedang terjadi inflasi. Kenapa? Karena pada saat inflasi terjadi, laba yang mereka hasilkan lebih sedikit namun tidak akan mempengaruhi laba operasi.

Contoh pelaku usaha yang menggunakan metode ini adalah penjual baju. Mereka akan menjual baju yang sedang tren, tidak peduli itu kapan dimasukkan ke dalam stok. Jika model baju yang sedang tren baru dimasukkan, mereka bisa menjualnya terlebih dahulu karena minat dari pasar yang tinggi

Dengan demikian, stok baju yang lebih lama akan ditahan di dalam gudang dan menunggu dijual ketika tren kembali berubah di kemudian hari. Cara ini juga biasa digunakan untuk mendapatkan laba yang lebih besar dalam suatu tren baju yang sedang berkembang.

Metode FEFO

FEFO (First Expired First Out) adalah metode yang mana menjual produk dengan jangka waktu kadaluarsa pendek terlebih dahulu kepada pelanggan. Dengan kata lain, pemilik usaha tidak perlu memikirkan kapan produk itu masuk melainkan kapan produk itu akan kadaluarsa. Jadi, ia bisa saja menjual produk yang baru saja masuk.

Contoh usaha yang menggunakan metode FEFO adalah apotek. Biasanya, para pemilik usaha ini akan menjualkan obat dengan masa expired pendek terlebih dahulu. Caranya, mereka akan menempatkan produknya dalam urutan terdepan sehingga bisa dilihat oleh calon pelanggan yang datang ke apotek.

Jika diperhatikan secara lebih rinci, Metode FEFO cukup mirip dengan Metode FIFO karena ada beberapa jenis usaha yang bisa menggunakannya. Namun, FEFO disebut lebih efisien sebab mampu mengurangi angka kerugian dalam sebuah bisnis.

Baca Juga: 6 Tips Mendapatkan Aplikasi Stok Barang Untuk Kemudahan Bisnis Anda

Metode Average

Metode rata-rata yang digunakan untuk menghitung biaya unit persediaan. Cara mendapatkan metode ini adalah dengan membagi biaya semua produk yang tersedia di dalam gudang dengan unit yang tersedia untuk dijual. Hasilnya, merupakan biaya rata-rata setiap unit dari produk yang akan dijual.

Penggunaan metode average memang berbeda dibandingkan Metode FIFO, FEFO ataupun LIFO karena tingkat kerumitannya yang cukup tinggi. Jadi, metode apa yang paling Anda suka untuk mengelola bisnis? Share jawaban kalian di kolom komentar ya.

Pusing Kelola Stok Manual?

Mencatat pengelolaan stok memang membutuhkan ketelitian tinggi. Karena kesalahan penghitungan bisa membuat bisnis yang Anda jalani jadi rugi. Oleh karena itu, carilah software akuntansi yang bisa menunjang kegiatan bisnis Anda. Kenapa? Karena dengan pengelolaan otomatis, Anda tidak perlu lagi pusing menghitung stok secara manual.

Paper.id merupakan solusi dari pengelolaan stok yang otomatis. Fitur stok di dalam Paper.id sudah terintegrasi dengan catatan laporan sehingga jika ada stok yang keluar, otomatis jumlah produk yang dimiliki akan berkurang. Jadi, ngapain lagi ribet-ribet untuk ubah stok secara manual.

Penasaran dengan Paper.id? Anda bisa menggunakan software akunting #1 di Indonesia tersebut secara gratis. Caranya? Klik aja tombol “Mulai Sekarang” di bawah ini.

(Visited 43.324 times, 1 visits today)

Metode perhitungan persediaan adalah metode pencatatan untuk pengelolaan persediaan terkait keuangan suatu perusahaan yang berkaitan dengan persediaan barang yang dihasilkan, bahan baku. Metode yang umumnya digunakan adalah :

  • Metode masuk pertama keluar pertama [first in first out – FIFO]
  • Metode masuk terakhir keluar pertama [last in first out – LIFO]
  • Metode rata-rata tertimbang [average]

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai ketiganya :

Last in first out – LIFO
Kegunaannya : Ketika barang yang paling akhir masuk, maka itulah yang lebih dahulu dikeluarkan.

Tujuannnya : Untuk memudahkan proses penataan, baik itu memasukkan maupun mengambil barang

Keuntungannya : * Bisa menghemat pajak ketika inflasi * Laba/ Rugi lebih actual * Jika harga naik, harga barang konservatif * Keuntungan tidak dipengaruhi oleh fluktuasi harga

Kerugiannya : * Metode ini lebih rumit * Laba rugi yang dihasilkan rendah

First in first out - FIFO

Kegunaannya : Dimana barang yang masuk terlebih dahulu akan dijual terlebih dahulu.

Tujuannya : Agar masing - masing produk tidak tertimbun terlalu lama dan menghindari masa kadaluarsa produk.

Keuntungannya : * Menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah * Menghasilkan keuntungan yang tinggi * Menghasilkan persediaan akhir yang tinggi

Kerugiannya : * Pajak yang ditangung akan lebih besar * Perhitungan laba/ rugi kurang akurat

Penggunaan metode FIFO, LIFO atau Average dapat disesuaikan dengan usaha perusahaan, mana yang terbaik? Tergantung dengan kebutuhan dan kebijakan perusahaan masing-masing. Turboly System sebagai salah satu Cloud ERP di Indonesia menerapkan metode Average dalam perhitungan persediaanynya.

Baca Juga : 5 MANFAAT MEMODERNISASI MANAJEMEN PERSEDIAAN ANDA

www.turboly.com

Di dalam ilmu akuntansi ada beberapa metode penghitungan biaya persediaan barang diantaranya disebut dengan istilah metode Fifo, Lifo dan Avarage. Ini merupakan metode penghitungan yang paling populer dan dianggap termudah.

Nah untuk artikel yang berikut ini akan dijelaskan tentang metode Fifo, Lifo dan Avarage. Sehingga akan terlihat dengan jelas perbedaan diantara ketiganya.

Namun sebelum itu, perlu ditemukan terlebih dahulu pengertian persediaan perusahaan serta alasan adanya penghitungan persediaan perusahaan dengan metode tertentu.

Pengertian Persediaan Perusahaan

Persediaan perusahaan adalah produk/barang yang dimiliki oleh perusahaan. Yang mana produk tersebut nantinya akan dijual kembali atau untuk dipergunakan oleh perusahaan sendiri. Oleh karena pentingnya unsur ini, maka perlu pencatatan persediaan.

Secara tekniknya ada dua macam bentuk pencatatan persediaan perusahaan. Yang pertama yaitu pencatatan dengan sistem perpetual dan pencatatan dengan sistem fisik periodik. Perusahaan lah yang menentukan kebijakan sistem yang mana yang akan digunakan untuk mencatat persediaan perusahaannya.

Baca juga : Mengetahui Pengertian Perusahaan Dagang Secara Lengkap

Alasan Perlunya Pencatatan Biaya [cost] Persediaan Perusahaan Dengan Metode Tertentu

Asalan pencatatan persediaan perusahaan dengan metode tertentu seperti Fifo, Lifo dan Average ialah karena ada cost persediaan di sana. Istilah mudahnya ada biaya persediaan yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Faktanya banyak perusahaan yang mengasumsikan cost perusahaan sebagai biaya yang keluar masuk semata. Padahal aliran cost atau biaya perusahan harus tetap sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum disingkat PABU.

Karena itulah muncul metode-metode penghitungan cost persediaan. Di antaranya adalah Fifo, Lifo dan Average.

Metode Persediaan Fifo, Lifo, dan Avarage

Nah, jika sudah tahu pengertian persediaan perusahaan serta alasan pencatatannya, maka di bawah ini akan dijelaskan secara detail terkait metode pencatatan persediaan. Metode yang dimaksud adalah Fifo, Lifo dan average. Ini penjelasannya.

Metode Persediaan Fifo

Salah satu metode pencatatan persediaan yang populer dilakukan adalah metode persediaan Fifo. Apa yang dimaksud dengan metode ini? Berikut penjelasannya:

Pengertian Metode Fifo

Metode penghitungan persediaan Fifo adalah singkatan dari First In First Out atau “pertama masuk dan pertama keluar”. Dari makna istilah ini bisa disimpulkan bahwa Fifo adalah metode penghitungan terhadap barang persediaan yang baru pertama kali masuk ke perusahaan.

Di dalam metode ini barang yang baru masuk dicatat sebagai barang yang akan dijual oleh perusahaan pertama kali. Ini merupakan metode pencatatan persediaan barang yang paling simpel.

Dasar Penggunaan Metode Fifo

Metode Fifo digunakan atas dasar asumsi bahwa biaya atau cost pembelian produk harus disesuaikan dengan laba atau hasil penjualannya. Nantinya cost atau biaya persediaan produk yang masuk terakhir akan dijadikan sebagai patokan biaya barang yang masih tersisa hingga di periode akhir.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bawah, ketika menggunakan metode Fifo, perusahaan akan menjadikan produk yang lama atau yang pertama kali masuk untuk dijual pertama kali. Maka dari itu, perusahaan yang tepat untuk menggunakan metode ini adalah perusahaan yang menyediakan produk berkadaluarsa.

Baca juga : 10 Bisnis Ramadhan yang Cocok Anda Lakukan pada Saat Puasa Nanti

Metode Persediaan Lifo

Selain metode FIFO, terkadang perusahaan juga menggunakan metode Lifo ketika mencatat persediaan produk. Nah berikut ini akan dijelaskan pengertian metode tersebut. Ini dia penjelasannya:

Pengertian Metode Lifo

Metode Lifo adalah singkatan dari Last In Firs Out. Makna dari istilah ini ialah “Yang Masuk Terakhir Keluar Pertama”. Jika dipandang dari istilah ini, maka pengertian Lifo secara umum adalah produk atau persediaan perusahaan yang masuk terakhir akan dijual pertama kali.

Jika perusahaan menggunakan metode Lifo, biasanya produk atau persediaan yang baru masuk tidak dijual terlebih dahulu. Tetapi disimpan di gudang persediaan. Karena alasan itulah, penghitungannya berkonsep pada harga persediaan barang terakhir akan dinilai dengan harga perolehan persediaan saat pertama kali masuk.

Dasar Penggunakan Metode Lifo

Metode Lifo didasarkan pada asumsi bahwa aliran cost persediaan yang keluar berbanding terbalik dengan kronologi munculnya biaya. Sedangkan ciri dari metode ini ialah harga beli dibebankan kepada operasi perusahaan terutama dalam periode inflasi.

Dampaknya memang laba yang didapatkan lebih kecil. Akan tetapi pajak yang terutang juga kecil dibandingkan menggunakan metode lain.

Baca juga : 10 Tips Terbaik Membangun Bisnis Restoran yang Menguntungkan

Metode Persediaan Average

Selain dua metode di atas yaitu Fifo dan Lifo, perusahaan juga sering kali menggunakan metode lain untuk mencatat cost persediaan produk yang masuk ke perusahaannya. Namanya adalah metode average.

Nah, di bawah ini akan dijelaskan pengertian tentang metode Average. Semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan. Ini dia pengertiannya:

Pengertian Metode Persediaan Average

Metode persediaan average disebut juga metode pencatatan barang persediaan rata-rata tertimbang. Yang mana konsepnya, pihak perusahaan membagi antara biaya barang dengan jumlah unit barang yang tersedia. Efeknya ialah persediaan produk yang terakhir serta beban pokok penjualannya bisa dikalkulasikan dalam bentuk rata-rata.

Jika menganut metode ini, biasanya perusahaan akan menjual produk yang tersedia di gudang tanpa memilih mana produk masuk pertama kali dan yang terakhir. Toh penghitungannya nanti kalkulasinya mengambil nilai harga rata-rata saja.

Jika dibaca dari pengertian ini, maka metode pencatatan persediaan average berdiri di atas dua metode yaitu Fifo dan Lifo. Bisa juga disebut metode yang di tengah-tengah.

Itu artinya, kelebihan dan kekurangan dari average bisa dijelaskan dari dua metode sebelumnya yaitu Fifo dan Lifo. Sehingga yang perlu dikaji lebih lengkap adalah kelebihan dan kekurangan dari kedua unsur metode ini.

Baca juga : Efektif dan Efisien: Perbedaan dan Hubungannya dengan Produktivitas

Kelebihan Dan Kekurangan Fifo dan Lifo

Sudah dijelaskan di atas kalau Average tidak perlu dijelaskan kelebihan dan kekurangannya. Karena merupakan jalan tengah dari konsep FIfo dan Lifo. Nah, oleh karena itu, di bawah ini akan di-list kelebihan dan kekurangan Fifo dan Lifo saja. Ini penjelasannya.

Kelebihan Metode Fifo

  1. Nilai persediaan di laporan keuangan lebih relevan
  2. Laba perusahaan jauh lebih besar

Kekurangan Metode Fifo

  1. Pajak yang harus dibayar jauh lebih tinggi
  2. Laba atau pendapatan perusahaan tidak akurat.

Kelebihan Metode Lifo

  1. Mudah dalam membandingkan cost atau biaya dengan pendapatan
  2. Jika harga naik maka otomatis harga barang lebih konservatif
  3. laba operasional perusahaan tidak bergantung pada fluktuasi harga
  4. Pajak lebih hemat

Kekurangan Metode Lifo

  1. Terdapat perbandingan terbalik dengan cost fisik persediaan yang asli
  2. Metode yang rumit sehingga cost pembukuan melonjak
  3. Laba serta rugi lebih rendah.

Baca juga : Tertarik Menjalani Bisnis Distributor? Berikut Keuntungan dan Kerugiannya

Dengan adanya konsep atau metode-metode semacam ini, maka proses pencatatan persediaan barang perusahaan menjadi lebih rapi dan teratur. Selain itu, opsinya di laporan neraca keuangan juga lebih detail dan menyeluruh.

Jika Anda menggunakan Accurate Online sebagai software akuntansi pada bisnis, Anda bisa dengan mudah untuk  menentukan mana metode persediaan yang cocok untuk usaha Anda.

Selain sebagai software akuntansi, Accurate Online juga memiliki fitur pengelolaan stok yang lengkap seperti pemilihan metode persediaan, multi gudang, pencatatan bahan baku, stok opname dan masih banyak lagi. Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui link ini.

Demikianlah penjelasan singkat terkait dengan metode persediaan produk perusahaan yang disebut metode Fifo, Lifo dan Average. Silakan dipilih model pencatatan yang mana yang akan digunakan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita semua.

Video yang berhubungan