Apakah bisa naik pesawat pakai Kartu Keluarga

Penumpang berusia di atas 18 tahun harus menyiapkan kartu identitas resmi (KTP/SIM/Paspor) untuk pemesanan. Sedangkan penumpang di bawah usia 18 tahun yang belum memiliki KTP/SIM/Paspor dapat menyertakan nomor yang terdapat dalam kartu identitas lain (Akta Kelahiran, Kartu Pelajar), atau cukup masukkan tanggal lahir Anda dengan format HHBBTTTT.

APAKAH ARTIKEL INI MEMBANTU?

Ya

Tidak

MASIH BUTUH BANTUAN?

Lebih mudah terhubung dengan customer service Traveloka melalui kode QR di bawah ini.

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhun) menyatakan bahwa anak-anak berusia di bawah 12 tahun diperbolehkan terbang atau naik pesawat. Namun, harus melampirkan kartu keluarga (KK) sebagai syarat perjalanan domestik selama perpanjangan PPKM.

Diketahui, ketentuan itu tertuang dalam aturan terbaru penerbangan berupa Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021, yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto.

"Meski dibolehkan terbang, anak-anak harus didampingi orang tua atau keluarga. Pembuktiannya dengan menunjukkan KK, serta memenuhi persyaratan tes covid-19 sebagaimana ketentuan wilayahnya,” ujar Novie dalam keterangan resmi, Jumat (22/10).

Baca juga: Level PPKM Terkendali, Pemerintah Sesuaikan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Dalam SE terbaru, lanjut dia, diatur penerbangan dari atau ke bandara di Jawa-Bali, antarkota di Jawa-Bali, serta daerah dengan kategori PPKM level 4 dan level 3. Kemudian, wajib menunjukkan kartu vaksinasi covid-19 (minimal vaksin dosis pertama) dan surat keterangan negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan, untuk penerbangan dari dan ke bandara di luar wilayah Jawa-Bali dengan kategori PPKM level 1 dan level 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR (sampel maksimal 2x24 jam), atau hasil negatif RT-antigen (sampel maksimal 1x24 jam), sebelum keberangkatan.

Kapasitas penumpang untuk pesawat udara kategori jet transport narrow body dan wide body dapat lebih dari 70% kapasitas angkut. "Hanya saja, penyelenggara angkutan udara wajib menyediakan tiga baris kursi yang diperuntukkan sebagai area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala covid-19," imbuh Novie.

Baca juga: Kemenhub Terbitkan Aturan Terbaru Terkait Transportasi Udara

Adapun kapasitas terminal bandara ditetapkan paling banyak 70% dari jumlah Penumpang Waktu Sibuk (PWS) pada masa normal. Selain itu, ada sejumlah pengecualian untuk kewajiban menunjukkan kartu vaksin. Pengecualian pertama, yakni untuk pelaku perjalanan dengan usia di bawah 12 tahun.

Kedua, pelaku yang punya kondisi kesehatan khusus dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah, yang menyatakan bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi covid-19. Berikutnya, angkutan udara perintis dan penerbangan angkutan udara di daerah tertinggal, terdepan dan terluar, yang pelaksanaannya disesuaikan kondisi setiap daerah.(OL-11)

TRIBUNBATAM.id - Bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) saja tak cukup sebagai syarat untuk bepergian naik pesawat terbang.

Melengkapi diri dengan hasil tes Covid-19, baik itu tes PCR maupun tes Antigen saja juga belum memenuhi kriteria seseorang dinyatakan layak terbang.

Di masa pandemi, pemerintah telah menetapkan sejumlah aturan yang pada pokoknya sebagai filter penanggulangan Covid-19.

Seperti yang dilakukan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Lion Air dan maskapai Citilink.

Dilansir dari situs resmi masing-masing maskapai, berikut aturan yang ditetapkan untuk calon penumpang.

Aturan Penumpang Maskapai Garuda Indonesia

1. Penumpang yang sudah vaksinasi dosis ketiga cukup menunjukkan sertifikat vaksin dosis kedua/ketiga dan tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT PCR maupun tes Antigen

2. Penumpang yang sudah vaksinasi dosis kedua harus menunjukkan sertifikat vaksin dosis kedua, dan hasil tes negatif Antigen (maksimal 1x24 jam) atau RT PCR (maksimal 3x24 jam) sebelum penerbangan

3. Penumpang yang sudah vaksinasi dosis pertama wanib menunjukkan sertifikat vaksin dan hasil negatif tes PCR yang berlaku maksimal 3x24 jam

4. Penumpang yang belum mendapat vaksin karena kondisi kesehatan khusus/penyakit komorbid wajib melampirkan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah dan hasil tes RT-PCR dengan hasil negatif yang berlaku maksimal 3x24 jam

5. Penumpang usia di bawah 6 tahun wajib dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan dikecualikan dari syarat perjalanan vaksin dan hasil tes PCR/Antigen.

Baca juga: Aturan Terbaru Penerbangan Bebas Tes Covid-19, Penumpang Pesawat Wajib Lolos Kriteria Ini

Baca juga: Cara Terbaru Mengisi eHAC PeduliLindungi di HP Android dan iPhone, Syarat Wajib Sebelum Penerbangan

Aturan Penumpang Maskapai Lion Air

1. Booster (Tidak wajib tes Covid-19)

2. Vaksin dosis dua (PCR 3x24 jam dan Antigen 1x24 jam)

Jika tidak ada KTP apa bisa naik pesawat?

Bagi penumpang yang tidak memiliki kartu identitas (KTP) dapat diganti dengan SIM, Passport, Buku Nikah, Kartu Pelajar atau surat keterangan lainnya dengan tertera foto penumpang dan bukan fotokopi.. Indah Rasat and 98 others like this. Surat lahir untuk anak 5thn bisa?

Apakah bisa naik pesawat pakai fotocopy KK?

Bisa menggunakan Keterangan Domisili, jika masih kurang percaya diri bisa juga bawa fotocopy Kartu Keluarga saat check in di bandara. Bahkan anak balita pun bisa naik pesawat tanpa pake KTP yang penting ada identitas diri misal Kartu Keluarga.

Apakah bisa check in tanpa KTP?

Asalkan memberikan ID atau data diri dengan membawa SIM, kartu pelajar, atau paspor. Nah sekarang sudah tahu kan kalau syarat check in hotel tanpa KTP diperbolehkan. Jadi jangan khawatir lagi yah kalau kalian ingin berlibur bersama teman meski belum memiliki KTP.

Apakah di bandara perlu KTP?

Kartu identitas atau KTP merupakan hal penting pada saat proses check-in di bandara.